5 Fakta Dibalik Film Pengabdi Setan

jual velg mobil

jual velg mobil

Menurut jual velg mobil film Pengabdi Setan adalah film horor besutan sutradara Joko Anwar yangbakal tayang pada pada 28 September 2017. Diperankan Tara Basro, Bront Palarae, Dimas Aditya, dan Ayu Laksmi, film horor ini bakal menghadirkan kengerian yang tidak kalah laksana versi terdahulunya pada tahun 1980-an. Sebelum nonton filmnya, simak dulu yuk fakta-fakta dibalik film Pengabdi Setan!

1. Film remake
Usai mencatat skenario film komedi Stip & Pensil, Joko Anwar bergerak cepat mengerjakan pembuatan ulang Pengabdi Setan (Satan’s Slave) buatan Rapi Films. Berdasarkan keterangan dari pengakuannya, ia paling tertarik untuk menciptakan ulang atau remake film horor Pengabdi Setan (1980). Impiannya juga terkabul. Dengan bahagia, ia pun memberitahukan kabartersebut di akun Twitter-nya.

Beberapa masa-masa lalu, setelah pemutaran film pendeknya, Jenny, di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/8/2016), iamenuliskan hal serupa. “Pengin banget, aku udah bilang sama produsernya. Nggak tahu mereka bakal milih siapa (jadi sutradara). Tapi, berulang kali aku bilang, ‘Aku dong yang remake Pengabdi Setan.’ Aku udah siap, sih,” kata Joko, dilansir dari Kompas.com.

Dilansir dari Beritagar.id (25/04/17), mengerjakan film dengan bagian horor bukan urusan baru untuk Joko. Sineas kelahiran Medan, Sumatera Utara, 3 Januari 1976 itu, tahun kemudian menyutradarai film pendekbertajuk horor dengan tajuk Jenny. Pendatang baru Asmara Abigail ia jadikan pemain utama.

2. Pemilihan pemain paling selektif
Proses pemilihan pemain dilangsungkan sangat selektif nyaris memakan waktu sampai 3 bulan. Bahkan untuk masing-masing karakter, kesebelasan casting hingga mengaudisi 30 orang. Proses penelusuran yang sangat lamaialah karakter bapak yang memakan waktu sampai 3 bulan. Dalam versiteranyar yang masih berpatokan dengan versi lawas, proses syutingdigelar sejak tanggal 24 April 2017 di Pengalengan, Jawa Barat. Joko menjanjikan bagian keseraman Pengabdi Setan bakal berkali lipatdikomparasikan pendahulunya. Caranya dengan menambah segi penceritaan dan teknis. Di samping itu, Joko juga berjuang membangun keadaan syuting yang nyata dengan mengurangi pemakaian visual efek.

3. Tidak memakai efek CGI
Saat menyutradarai film ini, Joko Anwar bersikukuh tidak hendak menggunakan teknologi CGI supaya memberikan efek angker yang lebih nyata. Sebagai gantinya, sutradara asal Medan ini memakai Practical Effect seperti pemakaian make up. “Saya bakal menyiapkan practical effect yang lebih organik. Penggunaan lampu sekadarnya saja untukmenciptakan horor yang diperlihatkan lebih nyata. Luka dan efek seramnyadiciptakan terasa. Apalagi syutingnya tujuh puluh persen ialah malam hari”.

4. Atmosfer angker yang begitu kuat
Bagi Joko, rasa takut saat menonton film itu dulu sampai kini nggak pernah berkurang. Berdasarkan keterangan dari ia, atmosfer angker yang ditawarkan oleh film tersebut begitu kuat. “Pengabdi Setan holds up. Ketika aku nonton udah dewasa, tetep serem. Pengabdi Setan bikin aku, walaupun film lama, yang membuatnya jago,” ucap Joko.

5. Tara Basro dan Dimas Aditya
Tara Basro digandeng oleh sutradara Joko Anwar untuk membintangi sebuah karakter dalam film daur ulang tersebut. Ia adalahsosok yang paling penakut di kehidupan nyata. Bahkan ia beranggapan berkali-kali ketika ditawari film horor. Namun pada saat menyimak script yang diberikan, ia langsung tertarik guna bergabung. Menurutnya walau ini ialah kedua kalinya Tara bermain di film horor tetapi film kesatunya tidak seseram Pengabdi Setan.

Dimas Aditya pun ambil unsur dalam suatu karakter guna film Pengabdi Setan yang disutradarai oleh Joko Anwar. Dimas menuliskan bahwa tidakmemerlukan waktu yang lama guna meluluhkan sang sutradara melewati proses seleksi peran atau casting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *